Dolar Tembus Rp17.831! Siapa yang Sebenarnya Kaya Saat Rakyat Makin Miskin?
Dolar Tembus Rp17.831! Siapa yang Sebenarnya Kaya Saat Rakyat Makin Miskin?
1. Saat Rupiah melemah terhadap dolar, bagaimana pandangan
Islam?
Dalam perspektif Ekonomi Islam, masalah utama bukan
sekadar kurs dolar naik, tetapi melemahnya daya beli uang dan sistem
moneter yang tidak stabil.
Kitab Sistem Keuangan Negara Khilafah menjelaskan
bahwa problem besar ekonomi modern muncul karena uang kertas fiat (paper
money) yang nilainya bisa turun akibat pencetakan uang, inflasi, dan spekulasi.
Sebaliknya, sistem moneter berbasis emas dan perak dianggap lebih stabil
karena memiliki nilai intrinsik dan membatasi ekspansi uang berlebihan.
Dalam kitab juga disebutkan bahwa:
Bertambahnya uang kertas tanpa batas menyebabkan inflasi dan
menurunkan daya beli masyarakat. Sedangkan sistem emas–perak dinilai
menciptakan kestabilan nilai tukar dan harga.
Artinya, jika 1 USD = Rp17.831, dalam pandangan Islam,
itu dilihat sebagai indikasi lemahnya nilai mata uang akibat sistem
moneter yang tidak kokoh, bukan hanya soal angka kurs.
2. Siapa yang diuntungkan saat Rupiah melemah?
Dalam realitas ekonomi (dan sejalan dengan logika ekonomi ):
Yang cenderung diuntungkan:
- Eksportir
- Karena
menerima dolar, lalu dikonversi ke rupiah menjadi lebih besar.
- Pemilik aset dolar / simpanan valas
- Nilai
kekayaannya naik ketika dikonversi ke rupiah.
- Pihak yang bermain di sektor
spekulasi valuta
- Islam
mengkritik praktik ekonomi yang membuka ruang spekulasi moneter.
Yang cenderung dirugikan:
- Rakyat berpenghasilan tetap
- Gaji
tetap, tetapi harga barang naik karena impor mahal.
- Masyarakat miskin
- Daya
beli turun paling cepat.
- Industri yang bergantung impor
- Bahan
baku naik → harga barang naik → PHK bisa terjadi.
- Negara yang memiliki utang dolar
- Beban
pembayaran makin berat.
Kitab Sistem Ekonomi Islam menekankan bahwa masalah
besar ekonomi bukan sekadar kurangnya produksi, tetapi buruknya distribusi
kekayaan dan turunnya kemampuan rakyat memenuhi kebutuhan hidup.
3. Bagaimana Islam mensejahterakan umat?
Kesejahteraan umat dibangun melalui beberapa pilar:
A. Menjaga stabilitas mata uang
Islam mendorong sistem uang berbasis emas dan perak
(dinar-dirham) agar nilai uang tidak mudah jatuh dan tidak tergerus
inflasi. Sistem emas dianggap membatasi pencetakan uang sembarangan.
B. Distribusi kekayaan, bukan hanya pertumbuhan ekonomi
Fokus Islam adalah setiap individu rakyat tercukupi
kebutuhan dasarnya, bukan sekadar angka pertumbuhan nasional. Negara wajib
menciptakan keseimbangan ekonomi dengan membantu rakyat miskin.
Disebutkan bahwa negara dapat memberikan harta kepada rakyat
dari kas negara (Baitul Mal) untuk mengatasi kemiskinan dan menciptakan
keseimbangan ekonomi.
C. Pengelolaan harta publik untuk rakyat
Sumber pemasukan negara meliputi:
- zakat,
- kharaj,
- kepemilikan umum,
- hasil sumber daya,
- dan pemasukan negara lainnya untuk
kemaslahatan rakyat.
Dalam Islam kekayaan negara digunakan untuk:
- memenuhi kebutuhan rakyat,
- pelayanan publik,
- dan pengurusan urusan umat.
D. Larangan riba, penimbunan, dan monopoli
Dalam Kitab Sistem Ekonomi Islam membahas larangan:
- riba,
- penimbunan kekayaan,
- praktik ekonomi yang merusak
distribusi kekayaan.
Tujuannya agar uang berputar di masyarakat, bukan
menumpuk pada segelintir orang.
Kesimpulan :
Jika rupiah melemah seperti sekarang, menurut perspektif Islam:
- Masalah utamanya adalah sistem
moneter fiat dan inflasi,
bukan sekadar kurs naik.
- Yang paling dirugikan adalah rakyat
kecil karena daya beli turun.
- Negara ideal dalam pandangan Islam
wajib aktif menjaga kesejahteraan rakyat,
bukan menyerahkan semuanya ke pasar.
- Solusi struktural yang ditawarkan Islam
adalah:
- stabilitas
mata uang berbasis emas–perak,
- distribusi
kekayaan,
- penguatan
Baitul Mal,
- larangan
riba dan monopoli,
- serta
jaminan kebutuhan dasar umat.
Pertanyaan :
menurut Anda, problem terbesar Indonesia saat rupiah melemah itu lebih karena utang,
impor, sistem uang fiat, atau distribusi kekayaan yang timpang?



Posting Komentar untuk "Dolar Tembus Rp17.831! Siapa yang Sebenarnya Kaya Saat Rakyat Makin Miskin?"