Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mewujudkan Persatuan Umat Islam

 


Mewujudkan Persatuan Umat Islam


Konsep persatuan umat Islam tidak dipahami sekadar “bersatu secara emosional”, slogan ukhuwah, atau kerja sama sesaat. Persatuan dipahami sebagai penyatuan umat di atas aqidah Islam, pemikiran Islam, dan penerapan hukum Islam dalam kehidupan. 

1. Menjadikan Islam sebagai dasar persatuan

Sebab perpecahan umat adalah ketika ikatan Islam melemah dan digantikan oleh ikatan lain seperti nasionalisme, kesukuan, atau kepentingan duniawi. Disebutkan bahwa hubungan persaudaraan Islam terputus dan digantikan relasi selain Islam.


Artinya :

Persatuan yang dianggap benar

 Dan Persatuan yang dianggap lemah

Berdasarkan aqidah Islam  >

Berdasarkan bangsa, suku, ras, wilayah

Terikat hukum syara  >

Terikat kepentingan politik dunia

Ukhuwah umat  >

Fanatisme kelompok

Prinsip ini tampak dalam pembahasan bahwa kaum muslim wajib merujuk kepada syariat sebagai pemutus perkara dan sumber aturan hidup.

2. Menyatukan cara berpikir umat dengan fikrah Islam

Dalam Mafahim dan At-Tafkiir, problem kemunduran umat dikaitkan dengan lemahnya pemahaman Islam dan tercampurnya pemikiran umat dengan ide-ide lain. Karena itu, persatuan menurut kitab tidak cukup dengan slogan “kita saudara”, tetapi harus dibangun melalui kesamaan pemahaman (mafahim) terhadap Islam.

Dengan kata lain:

umat sulit bersatu jika standar berpikirnya berbeda-beda—sebagian memakai Islam, sebagian memakai nasionalisme, liberalisme, atau ide lain.

3. Membangun kesadaran umat melalui dakwah dan pembinaan

Dalam kitab At-Tafkiir dijelaskan adanya kewajiban keberadaan kelompok yang menyeru kepada kebaikan, amar makruf nahi mungkar, dan membina umat. Ayat “wal takun minkum ummatun…” dijadikan dasar pentingnya aktivitas dakwah terorganisasi di tengah umat.

Maknanya:
Persatuan umat dipandang perlu dibangun melalui:

  • pembinaan pemikiran Islam,
  • penyadaran politik umat,
  • penguatan identitas umat Islam,
  • dakwah bersama umat.

 

4. Menghilangkan sebab-sebab perpecahan

Dalam Nida’ Har ila al-Muslimin disebutkan bahwa perpecahan umat terjadi karena bergesernya ikatan Islam kepada ikatan kebangsaan, kesukuan, dan loyalitas selain Islam.

Karena itu, solusi yang ditawarkan adalah:

  • meninggalkan fanatisme sempit,
  • mengembalikan loyalitas kepada Islam,
  • menyatukan visi umat. 

5. Adanya kepemimpinan umat

Beberapa kitab—terutama Daulah Islamiyah, Syakhshiyah Juz 2, dan Struktur Daulah Khilafah—mengaitkan persatuan umat dengan keberadaan kepemimpinan tunggal umat Islam (khilafah/imamah), karena dianggap sebagai institusi pemersatu pelaksanaan syariat dan urusan umat.

Persatuan umat tidak dianggap sempurna hanya dengan ukhuwah sosial, tetapi dipandang membutuhkan kesatuan kepemimpinan.

Kesimpulan :

Mewujudkan persatuan umat Islam ditempuh melalui lima langkah:

  1. Menjadikan aqidah Islam sebagai ikatan utama
  2. Menyamakan pemahaman umat dengan fikrah Islam
  3. Melakukan dakwah dan pembinaan umat
  4. Meninggalkan fanatisme selain Islam
  5. Mewujudkan kepemimpinan yang menyatukan umat

 


Jadi, persatuan umat dipahami sebagai persatuan fikrah, perasaan, dan sistem kehidupan di bawah Islam, bukan hanya persatuan simbolik atau seremonial.

Posting Komentar untuk "Mewujudkan Persatuan Umat Islam"