Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA METODE DAKWAH RASULULLAH SAW ?


BAGAIMANA METODE DAKWAH RSULULLAH SAW

Metode dakwah Rasulullah bukan sekadar “ceramah”, tetapi manhaj (thariqah/metodologi) perubahan masyarakat yang dibangun dengan dalil Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama sirah, tafsir, dan fiqh dakwah.

1. LANDASAN: DAKWAH RASULULLAH BERSIFAT MANHAJI (TERSTRUKTUR)

Rasulullah tidak berdakwah secara acak, tetapi dengan tahapan yang jelas.

Dalil utama:

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini menjadi hujjah bahwa cara Rasul berdakwah juga wajib dijadikan teladan, bukan hanya hasil akhirnya. Dalam kitab At-Tafkiir dijelaskan bahwa metode membawa dakwah diambil dari perjalanan dakwah Rasul karena beliau adalah uswah (teladan).

Juga firman Allah:

“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku.”
(QS. Ali Imran: 31)

Artinya, ittiba’ (mengikuti) mencakup metode dakwah, bukan hanya ibadah ritual.


2. METODE DAKWAH RASULULLAH TERBAGI MENJADI 3 FASE BESAR

FASE 1 — PEMBINAAN AQIDAH DAN KADERISASI (SIRRIYYAH / TAHAP RAHASIA)

Tujuan:

Membentuk manusia inti (rijālud-da‘wah) yang kokoh aqidahnya.

Dalil Sirah:

Selama sekitar 3 tahun awal, Rasulullah berdakwah terbatas kepada orang yang memiliki kesiapan menerima Islam.

Allah berfirman:

“Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 214)

Rasulullah memulai dari:

  • Khadijah radhiyallahu ‘anha
  • Ali bin Abi Thalib
  • Zaid bin Haritsah
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq

Kemudian pembinaan dilakukan di Dar al-Arqam bin Abi al-Arqam.

Dalam file Daulah-Arab dijelaskan bahwa Rasulullah :

  • mengkader para sahabat,
  • membina aqidah,
  • mengajarkan Al-Qur’an,
  • membangun ikatan perjuangan,
  • menyiapkan mereka memikul dakwah.

Hujjah Ulama

1. Ibnu Hisyam

Menjelaskan bahwa periode awal Makkah adalah fase tasqif (pembinaan) terhadap orang-orang yang siap menerima Islam.

2. Ibnu Katsir

Dalam tafsir beliau terhadap ayat-ayat Makkiyyah: fokus wahyu awal adalah:

  • tauhid
  • hari akhir
  • penyucian jiwa
  • kesabaran menghadapi ujian

3. Ibn al-Qayyim dalam Zād al-Ma‘ād

Beliau menjelaskan bahwa dakwah Nabi dimulai dengan:

tashhīh al-‘aqīdah (meluruskan aqidah)

sebelum syariat-syariat rinci diturunkan.

Karakter fase ini:

✔ Pembinaan intensif
✔ Sedikit orang
✔ Fokus aqidah
✔ Belum konfrontasi terbuka


FASE 2 — DAKWAH TERBUKA DAN PERGULATAN PEMIKIRAN (JAHRIYYAH)

Setelah pondasi kader terbentuk, Allah memerintahkan:

“Maka sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”
(QS. Al-Hijr: 94)

Ini titik perubahan besar.

Dalam Daulah-Arab dijelaskan bahwa setelah turunnya ayat ini, Rasulullah berdakwah terang-terangan, menantang sistem jahiliyah Quraisy dan menyeru seluruh masyarakat.

Bentuk dakwah fase ini

A. Menyerang aqidah syirik

Beliau berkata:

“Katakanlah: La ilaha illallah, niscaya kalian beruntung.”

Dalil:

QS. Al-Kafirun
QS. Al-Ikhlas
QS. Az-Zumar


B. Membongkar kerusakan sosial

Al-Qur’an mengecam:

  • riba
  • penipuan timbangan
  • kesombongan elite
  • penindasan orang miskin

Contoh:

“Celakalah orang-orang yang curang dalam timbangan.”
(QS. Al-Muthaffifin)


C. Konfrontasi pemikiran (Shirā‘ Fikrī)

Rasulullah tidak kompromi aqidah.

Ketika Quraisy menawarkan kompromi:

“Setahun kami sembah Tuhanmu, setahun engkau sembah tuhan kami.”

Turun:

“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.”
(QS. Al-Kafirun)

Dalam kitab Mafahim dijelaskan bahwa Rasulullah di Makkah mengkritik ide, keyakinan, dan sistem jahiliyah, tetapi tetap fokus pada dakwah pemikiran.


Hujjah Ulama

Sayyid Qutb

Menjelaskan bahwa fase Makkiyyah adalah:

“Pertarungan akidah dan konsep hidup.”

Beliau menegaskan bahwa Nabi membangun tasawwur Islam sebelum hukum sosial-politik ditegakkan.

Abu al-Hasan Ali al-Nadwi

Dalam Mādzā Khasira al-‘Ālam, beliau menyatakan:

Rasulullah mengubah manusia terlebih dahulu sebelum struktur.


FASE 3 — MENCARI NUSRAH (DUKUNGAN KEKUATAN) DAN MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAM

Ini bagian yang sering tidak dipahami.

Setelah tekanan Quraisy makin keras, Rasulullah :

  • mendatangi kabilah-kabilah,
  • menawarkan Islam,
  • meminta perlindungan politik.

Dalil sirah:

Beliau mendatangi:

  • Bani ‘Amir
  • Bani Syaiban
  • Bani Kindah
  • dst.

Beliau juga berdakwah di musim haji.

Dalam Daulah-Arab dijelaskan bahwa Rasulullah mendatangi berbagai kabilah dan menyebarkan dakwah kepada seluruh jazirah Arab.

Puncaknya:

Baiat Aqabah I & II

Penduduk Yatsrib menerima Islam.

Allah membuka jalan hijrah.


3. FASE MADINAH: MEMBANGUN NEGARA DAN MENYEBARKAN DAKWAH

Sesudah hijrah:

Rasulullah :

A. Membangun masyarakat Islam

  • masjid
  • ukhuwah Muhajirin–Anshar
  • sistem hukum

B. Menegakkan hukum Islam

Dalil:

“Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan.”
(QS. Al-Ma’idah: 49)

C. Mengirim surat dakwah kepada penguasa dunia

Kepada:

  • Heraclius
  • Khosrow II
  • Al-Muqawqis

Dalil universalitas dakwah:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau melainkan untuk seluruh manusia.”
(QS. Saba’: 28)

Dalam Daulah-Arab disebut bahwa setelah stabil di Madinah, Rasulullah mengirim risalah ke luar Jazirah Arab karena Islam adalah risalah untuk seluruh manusia.


4. KAIDAH METODE DAKWAH RASULULLAH

Berdasarkan Qur’an dan sirah:

1. Tauhid didahulukan

Dalil:

“Wahai kaumku, sembahlah Allah.”
(QS. Al-A‘raf)

Hadits Muadz:

“Hendaklah yang pertama engkau dakwahkan adalah tauhid.”

(HR. Bukhari Muslim)


2. Bertahap (Tadarruj)

Aisyah berkata:

“Yang pertama turun adalah surah-surah tentang surga dan neraka…”

(HR. Bukhari)


3. Hikmah dan argumentasi

Allah berfirman:

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah…”
(QS. An-Nahl: 125)

Tafsir Ulama:

  • hikmah = ilmu yang tepat
  • mau‘izhah hasanah = nasihat lembut
  • jidal billati hiya ahsan = debat ilmiah terbaik

Penjelasan ini kuat dalam tafsir Al-Qurtubi dan Ibnu Katsir.


4. Sabar atas gangguan

Dalil:

“Maka bersabarlah sebagaimana para rasul ulul azmi bersabar.”
(QS. Al-Ahqaf: 35)

Rasulullah dicaci:

  • penyihir
  • gila
  • pendusta

tetapi tetap istiqamah.


5. Tidak mengikuti tekanan musuh

Allah berfirman:

“Janganlah engkau mengikuti orang-orang kafir dan munafik.”
(QS. Al-Ahzab: 1)

Nabi menolak kompromi Quraisy.


KESIMPULAN METODE DAKWAH RASULULLAH

Secara ringkas:

Tahap

Aktivitas   dan

Dalil

1

Pembinaan aqidah & kader >

QS Asy-Syu‘ara 214

2

Dakwah terbuka & kritik jahiliyah >

QS Al-Hijr 94

3

Mencari dukungan masyarakat >

Baiat Aqabah

4

Hijrah & bangun masyarakat Islam >

QS Al-Maidah 49

5

Dakwah global >

QS Saba’ 28

 


Inti Metode Dakwah Rasulullah :

Membina individu → membangun jamaah → membentuk opini umat → membangun masyarakat Islam → menyebarkan risalah ke seluruh manusia.

Posting Komentar untuk "BAGAIMANA METODE DAKWAH RASULULLAH SAW ?"